Pendekatan Naratif dalam Penelitian Kualitatif

Oleh Hamjah Diha*

Hamjah Diha. or.id – Seperti pembahasan sebelumnya bahwa pendekatan kualitatif terdapat 5 (lima) pendekatan, yakni pendekatan naratif, etnografi, studi kasus, fenomenologi, dan grounded teori. Kali ini, penulis akan membahas tentang pendekatan Naratif dalam penelitian kualitatif.

Apa itu pendekatan naratif?

Istilah naratif berasal dari kata “to narative” yang berarti menceritakan atau mengatakan (to tell). Jadi pendekatan naratif adalah menceritakan, mengatakan, dan atau menginterpretasi teks yang berkaitan dengan pengalaman individu dalam bentuk sejarah, sastra, dan cerita – cerita lainnya. Menurut James Schreiber dan Kimberly Asner Self dalam Mawardi (2018) mengatakan bahwa studi tentang kehidupan individu seperti yang diceritakan melalui kisah mereka, termasuk diskusi tentang makna pengalaman  pengalaman bagi individu.

Tantangan dalam pendekatan naratif adalah seorang peneliti harus memiliki pemahaman yang lebih tentang objek yang akan diteliti atau yang akan diceritakan. Selain itu, dibutuhkan juga pemahaman yang tajam untuk mengindentifikasi sumber materi yang dikumpulkan tentang cerita tertentu

Sementara Chase dalam Cresswell, (2007 : 50) menjelaskan bahwa narative might be the term assegned to any text or discourse, or, it might be text used within the contex of a mode of inquiry in  qualitative research, with specific focus on the stories told by indviduals. Sejalan dengan itu, Given dalam The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods, (2008) mengatakan bahwa Narrative analysis refers to a family of analytic methods for interpreting texts that have in common a storied form.

Jadi pendekatan naratif adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan dan atau meceritakan pengalaman individu atau kelompok dalam bentuk teks sejarah, dan atau sastra. Dalam kalimat lain bahwa peneliti akan menjelaskan, dan atau mengambarkan data  – data yang telah dikumpulkan di lapangan berupa teks, cerita, percakapan, gambar serta simbol. The procedures for implementating this research consist of focusing on studying one or two individuals, gathering data throung the collection of their strories, reporting individuals experiences, and chronologically ordering (or using life course stages) the meaning of those experiences, Creswell (54)

Bagaimana menggunakan pendekatan naratif?

Menurut Clandinin and Connelly dalam Creswell (56) mengatakan bahwa as a general procedural guide, the methods of conducting a narrative study do not follow a lock step approach, but instead represent an informal collection topics. Penelitian naratif digunakan ketika seorang peneliti ingin menjelaskan atau menceritakan pengalaman seseorang atau kelompok. Ada 5 (lima) langkah yang harus dilakukan dalam penelitian kualitatif jika seorang peneliti menggunakan pendekatan naratif;

  1. Menentukan masalah atau pertanyaan terbaik penelitian,
  2. Memilih satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman untuk diceritakan,
  3. Mengoleksi informasi tentang conteks yang diceritakan,
  4. Menganalisa cerita partisipan dan mencerita ulang cerita mereka, dan
  5. Berkolaborasi dengan partisipan melalui pelibatan aktif mereka dalam penelitian.

Dalam penelitian ini, penulis menekankan bahwa pendekatan naratif harus fokus pada satu individu atau lebih lebih (dua atau tiga) yang memiliki pengalaman sejarah yang akan dicertiakan ulang. Dalam kalimat lain bahwa pendekatan ini tidak boleh memilih banyak orang yang akan dijadikan objek penelitian. Sebab, pendekatan ini adalah pendekatan yang menceritakan secara detail pengalaman. Jika seorang peneliti memilih objek yang lebih banyak, maka bisa dipastikan penelitiannya tidak fokus. Untuk itu, pendekatan ini menggunakan hanya satu indvidu atau lebih (dua atau tiga).

Tantangan Penelitian Naratif

Setiap pendekatan dalam penelitian, tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, memiliki tantangan dan rintangan. Begitu juga dalam pendekatan naratif. Dalam pendekatan naratif, tentunya memiliki tantangan tersendiri. Tantangan dalam pendekatan naratif adalah seorang peneliti harus memiliki pemahaman yang lebih tentang objek yang akan diteliti atau yang akan diceritakan. Selain itu, dibutuhkan juga pemahaman yang tajam untuk mengindentifikasi sumber materi yang dikumpulkan tentang cerita tertentu. Sebab, peneliti akan menceritakan ulang tentang apa cerita yang telah diceritakan oleh individu tersebut. Setelah diceritakan, peneliti juga akan mengoleksi, menganalisis isi cerita atau gambar yang telah dikumpulkan tersebut. Jika seorang peneliti tidak memiliki pemahaman serta pengetahuan yang tajam, maka  peneliti akan mengambil kesimpulan yang salah tentang apa yang telah ceritakan tersebut. Pinnegar and Daynes dalam Creswell, (2007 : 58) ada beberapa pertanyaan penting dalam naratif, yakni, (a) siapa yang punya sejarah?, (b) siapa yang menceritakannya?, (c) siapa yang merubahnya?, (d) versi siapa yang menyakinkan? (e) apa yang terjadi? dan (f) apa yang dilakukan?

Semoga bermanfaat!!

Bahan Bacaan

Given, Lisa M.2008. The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods. SAGE Publications. New Delhi

Mawardi, Rizal. 2018. Penelitian kualitatif pendekatan naratif. dosen.perbanas.id

Cresweel. John W. 2007. Qualitaitve Inquiry and Research Design : Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications. New Delhi

*Adalah Ketua Dewan Pembina Hamjah Diha Foundation, dan Staff Pengajar di FKIP UNIQHBA

4 thoughts on “Pendekatan Naratif dalam Penelitian Kualitatif

  • April 14, 2020 at 2:35 am
    Permalink

    Assalamualaikum wr wb .
    Jadi Penelitian naratif yaitu metode riset yang menceritakan sebuah cerita tentang individu atau kelompok , mengenai kehidupannya dalam bentuk lisan atau tulisan .
    Pada artikel ini juga perlu di berikan contoh bagaimana jenis² Penelitian Naratif . Contohnya seperti ahli di bawah ini memberikan jenis² penelitian naratif .
    ” menurut Casey (1995/ 1996) dalam Cresswell (2012 )” berpendapat bahwa jenis – jenis penelitian naratif , diantaranya yaitu:
    1 . Autobiografi
    2 . Biografi
    3 . Riwayat hidup
    4 . Cerita pengalaman pribadi
    5 . Cerita Pribadi
    6 . Interview
    7 . Dokumen pribadi
    8 . Sejarah hidup
    9 . Etnografi
    10 . Autoetnografi
    11 . Etnopsikologi
    Selain itu juga perlu di tambahkan Ciri² penelitian naratif atau karakteristik utama yang lenting dlm penelitian naratif tsb .
    Contohnya seperti kronologi pengalaman individu dan lain sebagainya .
    Terimakasih .assaamualaikum wr wb .

    Reply
  • April 15, 2020 at 2:12 am
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh pak Tiank usniatun dari semester 6 bahasa Inggris
    Disini kesimpulan yang dapat saya ambil bahwa pendekatan naratif adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan dan atau meceritakan pengalaman individu atau kelompok dalam bentuk teks sejarah, dan atau sastra. Penelitian naratif biasanya digunakan ketika peneliti ingin membuat laporan naratif dari cerita individu. Peneliti membuat ikatan dengan partisipan dengan tujuan supaya peneliti maupun partisipan merasa nyaman. Bagi partisipan berbagi cerita akan membuatnya merasa ceritanya itu penting dan merasa didengarkan.

    Tren atau kecenderungan jugamempengaruhi perkembangan penelitian naratif dalam bidang pendidikan. Cortazzi (1993) mengemukakan tiga faktor. Pertama, sekarang ini ada peningkatan perhatian pada refleksi guru. Kedua, perhatian lebih ditekankan pada pengetahuan guru (apa yang mereka tahu, bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka menjadi profesional, dan bagaimana mereka membuat tindakan dalam kelas). Ketiga, pendidik mencoba membawa suara guru ke permukaan dengan memberdayakan guru untuk melaporkan tentang pengalaman mereka.

    Reply
  • April 15, 2020 at 2:20 am
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

    Pak, Tiank Usniatun dari semester 6 bahasa Inggris

    Disini kesimpulan yang dapat saya ambil adalah bahwa pendekatan naratif adalah pendekatan yang digunakan untuk menjelaskan dan/atau meceritakan pengalaman individu atau kelompok dalam bentuk teks sejarah, dan/atau sastra. Penelitian naratif biasanya digunakan ketika peneliti ingin membuat laporan naratif dari cerita individu. Peneliti membuat ikatan dengan partisipan dengan tujuan supaya peneliti maupun partisipan merasa nyaman. Bagi partisipan berbagi cerita akan membuatnya merasa ceritanya itu penting dan merasa didengarkan.

    Tren atau kecenderungan juga mempengaruhi perkembangan penelitian naratif dalam bidang pendidikan. Cortazzi (1993) mengemukakan tiga faktor. Pertama, sekarang ini ada peningkatan perhatian pada refleksi guru. Kedua, perhatian lebih ditekankan pada pengetahuan guru (apa yang mereka tahu, bagaimana mereka berpikir, bagaimana mereka menjadi profesional, dan bagaimana mereka membuat tindakan dalam kelas). Ketiga, pendidik mencoba membawa suara guru ke permukaan dengan memberdayakan guru untuk melaporkan tentang pengalaman mereka.

    Reply
  • Pingback: Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif – HDF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *