Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif

Hamjah Diha.or.id – Dalam tulisan sebelumnya telah kita membahas tentang pendekatan Naratif dalam penelitian kualitatif. Nah sekarang, yang akan menjadi bahan pembicaraan kita adalah pendekatan etnografi dalam penelitian kualitatif.

Apa itu pendekatan Etnografi?

Etnografi merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian sosial (kualitatif). Pendekatan ini sangat cocok untuk meneliti tentang budaya, baik itu budaya secara umum maupun budaya dalam dunia pendidikan. Beberapa ahli mencoba memberikan definisi terkait pendekatan etnografi. Secara definisi bahwa etnografi adalah penelitian sosial yang melihat fenomena sosial – budaya masyarakat secara alamiah. Harris dalam Cresswell, (2007 : 68) mengatakan bahwa ethnogfaphy is a qualitative design in which the researcher describe and interprets the shared and learned pattersn of values, behaviors, beliefs, and language of culture – sharing group.

Pendekatan etnografi adalah suatu desain penelitian kualitatif yang mendengarkan, melihat, menerjemahkan, dan atau menngambarkan fenomena sosial budaya masyarakat berdasarkan infrosmasi yang dikumpulkan di lapangan secara alamiah.

Selain Harris, Emzir juga mencoba menjelaskan tentang pendekatan etnografi. Menurutnya bahwa etnografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokulturat, Emzir (2011: 143). Sedangkan menurut Wolcott bahwa etnogfari adalah suatu metode khusus atau satu set metode yang didalamnya terdapat berbagai bentuk yang mempunyai karakteristik tertentu, termasuk partisipasi etnografer, memahami dan mengikuti kehidupan sehari-hari dari seseorang dalam periode yang lama, melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang dikatakan, bertanya kepada mereka, dan pada kenyataannya mengumpulkan data apa saja yang ada. Ethnography literally means ‘a portrait of a people’. An ethnography is a written description of particular culture – the customs, beliefs, and behavior – based on information collected through fieldwork, (Marvin Harris and Orna Johnson, 2000). baca juga https://hamjahdiha.or.id/2020/04/13/pendekatan-naratif-dalam-penelitian-kualitatif/

Dari beberapa pendapat ahli tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa pendekatan etnografi adalah suatu desain penelitian kualitatif yang mendengarkan, melihat, menerjemahkan, dan atau menngambarkan fenomena sosial budaya masyarakat berdasarkan infrosmasi yang dikumpulkan di lapangan secara alamiah. Dalam kalimat lain bahwa seorang peneliti etnografi harus melihat dan mengumpulkan informasi di lapangan. Informasi yang dikumpulkan berupa bahasa, simbol dan karakter masyarakat. Kunci kesuksesan dalam pendekatan sosial (kualitatif) secara umum dan pendekatan etnografi secara khusus adalah tergatung pada peneliti itu sendiri. Dalam kalimat lain bahwa instrumen kunci dalam pendekatan etnografi adalah peneliti itu sendiri.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut di atas, dapat kita simpulkan bahwa pendekatan etnografi adalah suatu desain penelitian kualitatif yang mendengarkan, melihat, menerjemahkan, dan atau menngambarkan fenomena sosial budaya masyarakat berdasarkan infrosmasi yang dikumpulkan di lapangan secara alamiah. Dalam kalimat lain bahwa seorang peneliti etnografi harus melihat dan mengumpulkan informasi di lapangan. Informasi yang dikumpulkan berupa bahasa, simbol dan karakter masyarakat. Kunci kesuksesan dalam pendekatan sosial (kualitatif) secara umum dan pendekatan etnografi secara khusus adalah tergatung pada peneliti itu sendiri. Dalam kalimat lain bahwa instrumen kunci dalam pendekatan etnografi adalah peneliti itu sendiri.

Menurut Setyowati, (2006 : 37) bahwa pendekatan etnografi memiliki beberapa karakteristik, yakni (1) menggali atau meneliti fenomena sosial, (2) data tidak terstruktur, (3) kasus atau sample sedikit, (4) dilakukan analisis data dan interpretasi data tentang arti dari tindakan manusia /‘Human Action. Sedangkan menurut Creswell dalam Mawardi (2019) bahwa karakteristik pendekatan etnografi adalah (a) Cultural theme: merupakan suatu budaya yang terimplementasikan atau tergambarkan pada suatu grup atau komunitas tertentu (Spradley:1980b.), (b)   A Culture –sharing group: merupakan penelitian yang dapat dilaksanakan pada 2 orang atau lebih yang memiliki kesamaan sikap, perilaku dan bahasa, (c) Fieldwork: dalam penelitian etnografi Fieldwork  bermakna tempat dimana peneliti dapat menggabungkan data pada seting tempat dan lokasi yang dapat dipelajari, (d) Description in etnography: merupakan gambaran terperinci dari obyek yang dilakukan penelitian, (e) A Context: merupakan seting tempat, situasi atau lingkungan yang melingkupi kelompok budaya yang dipelajari, dan (f) Researcher Reflexivity: mengacu pada sebuah kondisi dimana seorang peneliti dalam kondisi yang sadar dan terbuka atas perannya sebagai peneliti yang dengannya dapat timbul rasa saling mempercayai antara peneliti dan obyek yang ditelitinya. baca juga https://hamjahdiha.or.id/2020/04/06/what-is-qualitative-research/

Pendekatan etnografi berawal dari bidang ilmu antropologi dan sosiologi sejak abad ke 20. Pendekatan ini dimulai oleh Boas, Malinowski, Radclife – Brown dan Mead. Tokoh – tokoh tersebut melihat ilmu pengetahuan dengan cara yang berbeda. Menurut mereka bahwa metode yang sering dilakukan oleh peneliti – peneliti terdahulu itu adalah metode tradisional, untuk itu mereka mencoba menggunakan pendekatan baru, yakni pendekatan etnografi. Pendekatan etnografi semula hanya digunakan pada ilmu antropologi dan sosiologi, namun dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka pendekatan ini bisa digunanakan di berbagai bidang ilmu sosial – budaya. Seperti pendidikan, kajian budaya, antropologi, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara menggunakan pendekatan etnografi?

Suatu penelitian yang sukses, tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan suatu pendekatannya. Sebab setiap pendekatan memiliki cara tersendiri atau cara kekhususan. Begitu juga dalam pendekatan etnografi. Seorang peneliti etnografi harus menentukan, (1) masalah yang ingi dipecahkan. Dalam kalimat lain bahwa, apakah masalah yang ingin dipecahkan tersebut cocok digunakan pendekatan etnografi atau tidak, (2) lokasi penelitian. Seorang peneliti yang menggunakan pendekatan etnografi harus menentukan lokasi dimana tempat penelitian, (3) informasi yang dikumpulkan. Data yang dikumpulkan dalam pendekatan etnogfari adalah berupa pengamatan langsung dilapangan, wawancara, audiovisual, survey dan analisa konten, dan (4) mengambarkan secara menyeluruh. Seorang peneliti yang menggunakan pendekatan etnografi harus mengambarkan fenomena sosial budaya masyarakat secara menyeluruh serta harus membongkar makna dibalik teks, simbol dan prilaku masyarakat.

Semoga bermanfaat!!!

Bahan bacaan

Creswell, John W. 2007. Qualitative inquiry and research design : Choosing Among five aprroaches. Sage Publication. London

Mawardi, Rizal. 2019. Penelitian Kualitatif : Pendekatan Etnografi. https://dosen.perbanas.id

Setyowati. Etnografi Sebagai Metode Pilihan Dalam Penelitian Kualitatif Di Keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 10, No.1, Maret 2006; 35-40

4 thoughts on “Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif

  • May 13, 2020 at 1:27 pm
    Permalink

    Penelitian dengan pendekatan etnografi secara garis besarnya yang bisa saya tangkap dalam artikel ini adalah bagaimana pendekatan Etnografi menekankan pada suatu metode yang berusaha menggambarkan kejelasan dan ketepatan data melalui studi lapangan terhadap objek penelitiannya, Salah satu kelemahan utama penelitian etnografi adalah bahwa dibutuhkan lebih lama waktu daripada bentuk penelitian lainnya. Tidak hanya membutuhkan waktu lama untuk melakukan kerja lapangan, tetapi juga memakan waktu lama untuk menganalisis materi yang diperoleh dari penelitian. Bagi kebanyakan orang, ini berarti tambahan waktu. Kelemahan lain dari penelitian etnografi adalah bahwa lingkup penelitiannya tidak luas. Etnografi sebuah studi biasanya hanya satu organisasi budaya. Bahkan keterbatasan ini adalah kritik umum dari penelitian etnografi, penelitian ini hanya mengarah ke pengetahuan yang mendalam konteks dan situasi tertentu.

    Reply
  • May 14, 2020 at 2:43 pm
    Permalink

    Point penting yang dapat saya ambil dari artikel bapak bahwa pendekatan etnografi adalah suatu desain penelitian kualitatif yang mendengarkan, melihat, menerjemahkan, dan atau menngambarkan fenomena sosial budaya masyarakat berdasarkan infrosmasi yang dikumpulkan di lapangan secara alamiah. Di mana titik fokus penelitiannya dapat meliputi studi intensif budaya dan bahasa, bidang atau domain tunggal, ataupun gabungan metode historis, observasi, dan wawancara.
    Namun disini yang ingin saya tanyakan adalah langkah-langkah kita sebagai peneliti apa saja dalam pendekatan etnografi ini?

    Karna metode dan cara, adalah sama , sedangkan disamakan dengan langkahnya berbeda. Mohon penjelasannya pak🙏

    Reply
    • May 14, 2020 at 4:20 pm
      Permalink

      Langkah seorang etnografer jika melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan etnografi adalah (1) memilih tema atau topik penelitian. Tema atau topik sangat menentukan pendekatan dalam penelitian, (2) merumuskan masalah penelitian. Apakah masalah yang ingin dipecahkan dalam itu sangat cocok digunakan dalam pendekatan etnografi atau tidak. Masalah yang bisa dipecahkan dalam pendekatan etnografi adalah yang berkaitan dengan budaya, prilaku, bahasa, dan lainnya, (3) mengumpulkan informasi di lapangan. Seorang etnografer harus mengumpulkan informasi dilapangan dengan cara pengamatan serta interview. Kenapa perlu pengamatan dilapangan?? karena supaya kita bisa menjelaskan secara detail makna dibalik kata, symbol, prilaku yang kita temukan dilapangan tersebut, dan (4) tempat yang alami. Pendekatan Etnografi merupakan pendekatan yang bersifat alamiah. Dalam artian bahwa pendekatan ini benar – benar alamiah tanpa di desain sedikit pun dan apapun yang kita temukan dilapangan, maka itulah yang akan kita jelaskan di dalam laporan tersebut.

      Reply
  • May 14, 2020 at 4:19 pm
    Permalink

    Langkah seorang etnografer jika melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan etnografi adalah (1) memilih tema atau topik penelitian. Tema atau topik sangat menentukan pendekatan dalam penelitian, (2) merumuskan masalah penelitian. Apakah masalah yang ingin dipecahkan dalam itu sangat cocok digunakan dalam pendekatan etnografi atau tidak. Masalah yang bisa dipecahkan dalam pendekatan etnografi adalah yang berkaitan dengan budaya, prilaku, bahasa, dan lainnya, (3) mengumpulkan informasi di lapangan. Seorang etnografer harus mengumpulkan informasi dilapangan dengan cara pengamatan serta interview. Kenapa perlu pengamatan dilapangan?? karena supaya kita bisa menjelaskan secara detail makna dibalik kata, symbol, prilaku yang kita temukan dilapangan tersebut, dan (4) tempat yang alami. Pendekatan Etnografi merupakan pendekatan yang bersifat alamiah. Dalam artian bahwa pendekatan ini benar – benar alamiah tanpa di desain sedikit pun dan apapun yang kita temukan dilapangan, maka itulah yang akan kita jelaskan di dalam laporan tersebut.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *